Aroma Tak Sedap Limbah Pabrik Sawit PT CGS, Warga Santan Ulu Protes

Kutai Kartanegara-JEJAKKALTIM.COM-warga desa Santan Ulu kecamatan Marang Kayu keluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pabrik sawit PT Cahaya Gemilang Sawit (CGS)Adanya keluhan bau tidak sedap yang dirasakan sejak beroperasinya pabrik tersebut, puluhan warga adakan pertemuan dengan pihak perusahaan di kantor BPD Desa Santan Ulu pada Senin/17 Februari 2025.

Kegiatan pertemuan warga dengan manajemen PT CGS di kantor BPD Santan Ulu

Warga yang protes adanya bau tidak sedap sebagian besar dari warga yang dekat dari pabrik PT CGS yang merupakan ring 1 dari perusahaan tersebut. Dari kunjungan warga di hadiri oleh warga terdampak bau tidak sedap terdiri dari warga RT 09,15, dan 18, kepala Desa Santan Ulu, Ketua BPD Santan Ulu, Bhabinkkantibmas Santan Ulu, Humas PT CGS, perangkat Desa dan Kepala Dusun Desa Santan Ulu.

Amiruddin salah satu warga RT 09 Desa Santan Ulu menyampaikan keluhan mengenai bau tidak sedap dan meminta pertanggungjawaban atas dampak yang dilakukan oleh pihak perusahaan sawit PT CGS

Baca juga: Perkuat Struktur Internal, GRIB Jaya Samarinda Rutin Gelar Rapat Kerja

“Kami dari masyarakat meminta pertanggungjawaban atas bau tidak sedap yang diakibatkan oleh pihak PT CGS yang sudah beroperasi kurang lebih sari satu tahun” ujar Amiruddin warga RT 09

Ia juga menyampaikan bau yang tidak sedap dirasakan bagi warga rt 09 yang jaraknya tidak jauh dari perusahaan apalagi pada saat setelah hujan bau dari kegiatan tersebut sangat menyengat.

Pihaknya menambahkan akan turun bersama warga yang jumlahnya jauh lebih banyak ke pabrik sawit untuk meminta pabrik sawit berhenti untuk sementara sembari menunggu tuntutan warga terpenuhi seperti meminta untuk bau tidak sedap itu di kurangi baunya. Pasalnya, dampak dari bau tidak sedap yang diakibatkan dari kegiatan perusahaan belum diketahui apakah berbahaya atau tidak. Kendatinya, pihak perusahaan dan juga Dinas terkait belum ada sosialisasi mengenai hal tersebut.

“Na ini juga bisa dipertanyakan apakah sudah ada Amdal dari perusahaan atau tidak soalnya dari Dinas lingkungan hidup atau dinas terkait juga tidak ada sosialisasi mengenai dampak lingkungan” tambahannya.

Ditempat yang sama, pihak PT Cahaya Gemilang Sawit (CGS) melalui Humas Rizal juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan sudah ada penanganan mengenai bau tidak sedap

“untuk aroma, sebelumnya saya sudah sampaikan itu juga terkait penanganan. Apa yang sudah di tangani oleh menegement bahwa kami sudah melaksanakan penanggulangan atau penanganan terkait aroma yang tidak sedap yaitu dengan cara memasukan bakteri pada normatifnya pabrikasi sawit” sampaiannya.

Tak hanya itu, pihak perusahaan juga menyampaikan mengenai legalitas yang saat itu juga di singgung oleh warga sekitar, dan pihak perusahaan juga menjelaskan melalui awak media saat ini perusahaan tentunya tanpa adanya perizinan perusahaan tidak akan beroperasi.

“tentunya dikami atau normatifnya perusahaan apabila tidak ada suatu perizinan perusahaan tidak akan melakukan operasi” ucap jelas Rizal humas PT CGS.

Adanya keluhan masyarakat Santan Ulu mengenai keluham dampak bau tidak sedap oleh warga sekitar pemerintah desa Santan Ulu melalui kepala desa Heri Budianto juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan tentunya menjawab dan memberikan solusi kepada warga sekitar yang tentunya juga bukan hanya memberikan manfaat kepada masyarakat dengan kehadiran perusahaan menjadikan perekonomian masyarakat bisa meningkat tetap juga harus memperhatikan warga yang terdampak disisi sebaliknya.

“Kami dari pemerintah Desa tentunya kami welcome kepada masyarakat dan kami juga tidak tau tiba-tiba ada kunjungan warga rombongan dengan mengeluhkan adanya bau tidak sedap yang keluhkan dari kegiatan perusahaan tersebut. Dan kami dari pemerintah Desa welcome dengan adanya perusahaan sawit karna adanya sirkulasi ekonomi meningkat, namun dengan adanya keluhan warga pihak perusahaan juga harus menyampaikan apa yang mesti masyarakat tau sehingga pihak perusahaan dan warga bisa harmonis” ungkap Heri Budianto.

Kepala Desa Santan Ulu juga berharap dengan adanya keluhan masyarakat seperti adanya bau yang tidak sedap untuk bisa menghadirkan pihak terkait mengenai hal tersebut.

“Tentunya dengan kehadiran pihak tersebut masyarakat bisa memahami apakah dampak bau tersebut berbahaya atau tidak” harapnya.

Dengan adanya pertemuan yang di fasilitasi oleh pemerintah Desa Santan Ulu disepakati dengan berita acara pertemuan dalam waktu 3 hari kedepan akan mendapatkan solusi dari pihak perusahaan, dan pihak warga mengecam dalam waktu tersebut apabila tidak ada kesepakatan akan mendatangi pabrik sawit dengan massa lebih banyak dan menutup perusahan untuk sementara.

penulis: RL

Editor : JM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *