Klarifikasi SMAN 10: Koperasi Sekolah Hanya Fasilitas, Bukan Kewajiban

SAMARINDA – JEJAKKALTIM.COM – Menyikapi beredarnya informasi mengenai penjualan bahan seragam sekolah di lingkungan SMA Negeri 10 Samarinda, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Klarifikasi ini disampaikan untuk menjaga transparansi publik dan memastikan tidak terjadi kesalahpahaman terkait layanan koperasi sekolah.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Humas SMAN 10 Samarinda menegaskan bahwa keberadaan koperasi sekolah merupakan bagian dari fasilitas internal yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan siswa, terutama karena mayoritas siswa berstatus asrama.
“Toko koperasi sekolah berusaha menyediakan berbagai kebutuhan siswa, termasuk bahan seragam dan perlengkapan pribadi, mengingat banyak dari mereka tinggal di asrama,” jelas pihak sekolah.
Baca juga: Ketahui Ragam Jenis Sertipikat Tanah dan Perbedaannya
Koperasi sekolah, lanjutnya, beroperasi hampir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian siswa—mulai dari perlengkapan mandi, alat tulis, hingga kebutuhan mendesak lainnya, seperti pakaian pengganti.
“Tidak jarang siswa membutuhkan pakaian baru karena tubuh mereka berkembang. Koperasi hadir sebagai solusi praktis yang cepat dan terjangkau,” tambah pernyataan tersebut.
Tidak Ada Paksaan, Orang Tua Bebas Memilih
Isu ini mencuat bersamaan dengan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), saat sejumlah orang tua siswa baru memilih membeli bahan seragam di koperasi sekolah karena pertimbangan kemudahan dan ketersediaan ukuran.
Namun, pihak sekolah memastikan bahwa pembelian di koperasi sepenuhnya bersifat sukarela.
“Kami tegaskan bahwa tidak ada anjuran, apalagi paksaan kepada orang tua atau siswa untuk membeli seragam di koperasi sekolah. Silakan memilih tempat pembelian sesuai kenyamanan masing-masing,” tegas Humas SMAN 10 Samarinda.
Layanan Pendukung, Bukan Komersialisasi
Sekolah juga menepis anggapan bahwa koperasi sekolah menjadi sarana komersialisasi pendidikan. Justru sebaliknya, layanan koperasi disiapkan agar siswa yang tinggal jauh dari rumah tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan mudah dan cepat.
Dengan adanya klarifikasi ini, SMAN 10 Samarinda berharap masyarakat dapat memahami bahwa operasional koperasi sekolah sepenuhnya ditujukan untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan siswa, bukan untuk keuntungan komersial.
(RL – JEJAKKALTIM.COM)
