Museum Purbakala Muara Kaman, Jejak Peradaban Tertua di Nusantara yang Terawat di Hulu Mahakam

Kutai Kartanegara –JEJAKKALTIM.COM- Di tengah hamparan hutan dan aliran Sungai Mahakam yang tenang, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan jejak peradaban tertua di Indonesia—Museum Purbakala Muara Kaman atau yang juga dikenal sebagai Museum Kutai Mulawarman Ing Martadipura.
Museum ini merupakan yang ketiga didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara setelah Museum Mulawarman dan Museum Kayu Tuah Himba di Tenggarong. Letaknya berada di Kecamatan Muara Kaman, kawasan yang diyakini sebagai lokasi awal berdirinya Kerajaan Kutai pada abad ke-4 Masehi.
Jejak Sejarah Penuh Nilai Arkeologis
Pendirian museum ini berawal dari hasil penelitian arkeolog Universitas Negeri Malang yang mengungkap banyaknya temuan benda purbakala di wilayah Muara Kaman antara tahun 1991 hingga 1994. Warga setempat secara tak sengaja menemukan guci, keramik Cina, kepingan perunggu, hingga patung-patung emas, yang menjadi bukti kuat adanya peradaban kuno di kawasan tersebut.
Melihat pentingnya nilai historis temuan tersebut, pada tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara resmi membangun Museum Mulawarman Ing Martadipura sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian benda-benda purbakala tersebut.
“Muara Kaman bukan hanya sebuah kecamatan biasa. Ia adalah titik awal berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, tempat Raja Mulawarman mencatatkan sejarah,” ujar seorang arkeolog lokal yang turut terlibat dalam proses dokumentasi koleksi museum.
Koleksi yang Menghidupkan Sejarah
Museum ini memamerkan tujuh replika prasasti upacara kurban 10.000 ekor kerbau yang dilakukan Raja Mulawarman. Selain itu, koleksi lainnya meliputi temuan masyarakat seperti guci, piring, tempayan, senjata tombak, serta batu prasasti yang belum dipahat, masih dalam posisi rebah.
Di sekitar area museum juga terdapat kompleks makam yang diduga merupakan makam raja-raja Islam. Tak jauh dari lokasi utama, terdapat formasi batuan purbakala yang oleh warga lokal disebut sebagai Candi Lembu Ngeram—suatu situs sakral yang menyimpan kisah mistis tersendiri.
Akses Menuju Lokasi
Untuk mencapai Museum Purbakala Muara Kaman, pengunjung bisa memilih jalur sungai maupun darat. Jika melalui sungai, perjalanan bisa dimulai dari Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda. Jalur darat pun tersedia, dengan rute dari Samarinda ke Tenggarong, lalu menuju Kecamatan Kota Bangun. Sebelum mencapai Kota Bangun, pengunjung berbelok ke arah Muara Kaman dan menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil (ketinting).
Alternatif lain, perjalanan dapat ditempuh melalui jalur darat via Teluk Dalam, Separi, dan Sebulu, langsung menuju Muara Kaman. Jarak tempuh dari Kota Tenggarong ke Muara Kaman sekitar 89 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan.
Merawat Warisan Leluhur
Kehadiran Museum Purbakala Muara Kaman menjadi bagian penting dari upaya pelestarian sejarah dan budaya Kutai Kartanegara. Tak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, museum ini juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat lokal.
Dengan bertambahnya perhatian terhadap potensi wisata sejarah, Museum ini diharapkan menjadi destinasi edukatif yang mampu menarik minat wisatawan serta generasi muda untuk lebih mengenal akar peradaban bangsa. (*)
